BERBAKAT MENJADI PRIBADI YANG DAMAI DAN KUAT
.

Anda berbakat untuk menjadi pribadi yang damai dan kuat, jika Anda tegas menyikapi yang kecil sebagai yang kecil, dan
yang besar sebagai yang besar.
Ukuran dari kekhawatiran-kekhawatiran seseorang adalah tanda dari ukuran pribadinya.
Kekhawatiran kecil tidak akan pantas menjadi pengisi kesadaran seseorang yang besar, atau yang sedang membangun kebesaran pribadinya.
Maka, khawatirkanlah hal-hal yang besar, yang pencapaian atau penyelesaiannya penting bagi kebaikan banyak orang.
Ingatlah,
Anda hanya sebesar yang Anda khawatirkan.
………..
Sahabat saya yang besar hatinya,
Anda disebut pribadi yang kuat, jika Anda-lah yang memutuskan jenis dan ukuran dari yang masalah yang Anda khawatirkan.
Dan,
Anda disebut pribadi yang lebih kuat lagi, jika masalah yang membuat orang lain terhina – justru mentenagai kesungguhan Anda untuk menghebatkan diri.
Karena, Anda menyadari bahwa …
Penghinaan tidak akan merendahkan pribadi yang sedang meninggikan derajat.
Dan, pujian tidak akan meninggikan orang yang merendahkan martabatnya sendiri.
Maka,
Anda berbakat untuk menjadi pribadi yang damai dan kuat, jika Anda tegas menyikapi yang kecil sebagai yang kecil, dan
yang besar sebagai yang besar.
………..
Sahabat saya yang sangat dikasihi Tuhan,
Kita tidak mungkin naik kelas dalam kehidupan kita TANPA diminta untuk menunjukkan kesesuaian kita bagi tugas-tugas yang lebih besar, dan bagi kenikmatan-kenikmatan yang lebih haru.
Maka,
Marilah kita menyikapi masalah sebagai pemberitahuan untuk memperkuat diri, dan menyambut besarnya masalah sebagai penghormatan kepada ukuran diri kita di hadapan Tuhan.
Mudah-mudahan kita dikuatkan HARI INI, karena …
Segera setelah kita menyatakan keinginan untuk menjadi pribadi yang damai, kita akan diuji dengan masalah yang memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan bahwa kita lebih kuat daripada masalah kita.
Sahabat saya yang hatinya lembut,
Bersabarlah. Kuatkan diri Anda.
Sadarilah bahwa semua masalah adalah sementara.
Ikhlaskanlah diri untuk merasakan cubitan dari masalah Anda. Niat Tuhan selalu baik.
Alihkan semua pikiran dan perasaan Anda untuk menemukan cara untuk menjadikan diri lebih kuat daripada penyebab masalah ini.
Sibukkanlah diri dalam pekerjaan yang memperkuat diri.
Santunkan dan ramahkanlah diri kepada orang lain.
Tersenyumlah. Senyum yang paling indah bagi Tuhan, adalah senyum yang mengalir keluar dari hati yang ikhlas – melalui genangan air mata, dan tampil sebagai pengindah wajah Anda.
Tautkanlah hati Anda kepada Tuhan.
Jangan putuskan kesadaran bahwa Anda sedang diperhatikan oleh Tuhan.
Damailah …
Selengkapnya...
SEMUA YANG ANDA INGINKAN, ADA SYARATNYA.
.

Tuhan telah menetapkan Hukum Sebab-Akibat dengan ketegasan yang dijamin dengan semua sifat ke-Maha-an Tuhan, agar kita merasa damai dalam menjadikan diri kita sebab bagi kehidupan yang kita idamkan.
Anda akan mencapai apa pun
jika Anda bersedia melakukan yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Tetapi, berapa banyakkah orang yang kesibukannya betul-betul berhubungan dengan yang akan dicapainya?
Berapa banyakkah orang yang ingin menjadi orang kaya yang kesibukannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan berhemat dan memperbesar pendapatan?
Apakah mungkin kita menjadi kaya dengan kebiasaan yang memiskinkan diri?
Apakah mungkin kita panjang umur dengan kebiasaan yang merusak kesehatan?
Dan apakah mungkin kita menjadi orang besar dan dimuliakan dengan kebiasaan mencela dan bermusuhan dengan orang lain?
Marilah kita ikhlaskan diri ini untuk terlibat hanya dalam hal-hal yang berguna.
Tenaga yang kita sia-siakan untuk mengeluhkan kehidupan, adalah sebetulnya tenaga yang kita butuhkan untuk memperbaiki kehidupan.
Maka,
Bertenagalah untuk yang membaikkan.
Kita tidak mungkin menjadi pribadi yang terpelajar, jika kita malas belajar.
Kita tidak mungkin menjadi pribadi yang kuat dan sejahtera, jika kita hanya mendahulukan yang mudah dan yang aman-aman saja.
Marilah kita sadari, bahwa ...
Ketidak-bahagiaan di tempat yang membayar kecil – adalah perintah untuk mengupayakan rezeki di tempat yang lebih berkah, dalam pekerjaan yang bermanfaat bagi sesama.
Tidak ada yang tidak diketahui oleh Tuhan.
Tidak ada yang terjadi yang tanpa ijin-Nya.
Dan. tidak ada yang diijinkan-Nya terjadi yang bukan untuk kebaikan kita.
Maka sambutlah keadaan buruk, sebagai perintah agar kita tegas hanya melibatkan diri dalam pikiran, dalam perasaan, dan dalam pekerjaan yang lebih bermanfaat.
Jika yang Anda inginkan sedikit, maka penuhilah syarat yang juga sedikit bagi pencapaiannya.
Tetapi, ...
Jika yang Anda inginkan besar dan banyak, maka besarkanlah peran Anda bagi kebaikan banyak orang.
Tanpa sebuah sebab, tidak akan ada akibat.
Kita-lah sebab bagi kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan kita sendiri.
………..
Untuk setiap hak, ada kewajiban.
Maka marilah kita pastikan bahwa kita ikhlas bekerja dalam seutuh-utuhnya ketulusan.
Tuhan adalah sebaik-baiknya Penghitung dan Penyejahtera. Jangan pernah ragukan itu.
Selengkapnya...
ANDA YANG MENJADIKAN DIRI ANDA SENDIRI, BUKAN ORANG LAIN
.
Anda menjadikan diri Anda sendiri.
Semua yang Anda LAKUKAN
dan yang TIDAK Anda lakukan –
telah menjadikan apa adanya Anda sekarang.
Pertanyaannya adalah, …
Apakah Anda dijadikan oleh yang Anda lakukan,
atau LEBIH dijadikan oleh yang TIDAK Anda lakukan?
Mohon Anda pikirkan yang ini, ...
Dua hal yang mencegah kita dari mencapai kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan adalah:
Tidak melakukan yang seharusnya kita lakukan, dan
Melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan.
Kelihatannya, kita perlu memaksa diri atau dipaksa oleh seseorang yang lebih kuat daripada kecenderungan diri kita untuk melemahkan diri sendiri.
Apakah Anda mengenal seseorang,
yang jika Anda serahkan kepemimpinan hidup Anda kepadanya,
Anda akan dijadikan olehnya pribadi yang damai, ceria, percaya diri, dan tegas?
Jika Anda mengenal orang seperti itu,
pelajarilah apa saja yang akan dilakukannya kepada Anda –
untuk menjadikan Anda pribadi yang baru,
lalu lakukan persis itu semua.
Lakukanlah yang baik bagi Anda,
sebagai tanggung-jawab pribadi Anda.
Patuhlah pada cara-cara yang baik,
dan Anda akan mulai melihat dan merasakan perubahan yang bernilai,
karena Anda berfokus pada melakukan yang berguna,
dan tidak melakukan yang tidak menjadikan Anda pantas bagi keberhasilan.
Dengannya Anda membahagiakan Tuhan,
yang kemudian merestui upaya Anda untuk menjadi pribadi yang diindahkan kedamaiannya, yang dikayakan dengan keluarga, harta, kewenangan, dan nama yang harum.
………..
Selengkapnya...
MASA DEPAN TAK PASTI
.
Masa depan memang selalu tidak pasti.
Ketidak pastian masa depan bukanlah sesuatu yang baru saja terjadi. Karena, kepastian masa depan adalah kewenangan penuh Tuhan, bahkan sebelum penciptaan waktu.
Maka, anjurannya bagi kita adalah:
1. Damaikanlah diri ini dengan kenyataan bahwa memang masa depan akan selalu tidak pasti.
2. Ikhlaskanlah diri ini untuk menjadi sebaik-baiknya SEBAB bagi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup kita.
………..
Maka, marilah kita pegang logika pembongkar batasan mental berikut ini, yang mungkin selama ini mengusik kedamaian kita
Jika segala sesuatu tidak pasti, maka semuanya mungkin.
Jika kita memulai usaha sendiri, karena ingin memenuhi panggilan hati untuk menjadi pribadi yang bebas membangun kemandirian finansial - akan selalu ada kemungkinan untuk gagal. Tetapi, itu juga berarti akan selalu ada kemungkinan untuk berhasil.
Tinggal sekarang, apakah kita termasuk pribadi yang tulus dalam melayani bagi keuntungan pelanggan kita, rajin, bekerja keras, menggunakan hasil dari usaha sebagai penguat usaha berikutnya, dan sebagai penafkah yang jujur bagi kebaikan keluarga.
Itu sebabnya, tugas kita BUKAN HANYA berupaya, tugas kita adalah berupaya dengan kejujuran yang utuh, dengan kesungguhan yang penuh, dan dengan niat yang murni untuk berperan bagi kebaikan kehidupan sesama.
Upaya adalah pengubah nasib.
Jangan pernah sepelekan upaya.
Jangan pernah katakan HANYA bagi upaya Anda.
Memang betul semuanya ditetapkan dan ditentukan oleh Tuhan. Tetapi upaya Anda adalah KEHARUSAN yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai syarat pemenuhan semua permintaan Anda.
Jangan pernah katakan ‘kita HANYA berupaya.’
Upaya adalah syarat. Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, KECUALI jika kaum itu berupaya.
Berarti, bagi orang yang TIDAK berupaya, tidak ada apa dan siapa pun yang bisa menolongnya, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib orang itu, kecuali jika dia berupaya.
Itu sebabnya, tidak ada orang tua, Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Kepala Desa, dan tidak ada pemuka apa pun yang bisa menolong warganya yang malas dan gemar berkecil hati.
Upaya adalah pengubah nasib.
Jangan pernah katakan HANYA untuk upaya.
Masa depan memang tidak pernah pasti.
Tetapi, …
Justru dalam keadaan yang tidak pasti, kita berkesempatan untuk mencoba yang tidak mungkin dalam keadaan biasa .
Apakah ada paksaan yang lebih hebat untuk belajar, daripada rasa takut karena kemungkinan besar kita tidak lulus?
Apakah ada kekuatan yang lebih besar untuk mengingatkan kita, agar kita menjadi murid dan mahasiswa yang baik, selain saat kita sangat ketakutan tidak lulus?
Tetapi akan selalu ada murid dan mahasiswa yang belajar untuk takut dan kemudian TIDAK takut, TANPA memperbaiki sikap dan perilaku. Mereka akan memasuki masa depan yang pasti tidak damai, yang pasti tidak membanggakan, dan yang pasti sulit dihargai tinggi oleh orang yang akan mempekerjakannya nanti.
Maka marilah kita mencoba melakukan yang selama ini sudah kita ketahui sebagai yang baik.
Siapa pun yang menunda melakukan yang baik,
harus ikhlas hidup dan bernafas dalam kegelisahan.
Maka, jika kegelisahan adalah hadiah bagi penundaan dan penghindaran kita dari bersikap dan berlaku baik,
BERARTI …
Kedamaian dan kegembiraan adalah hadiah bagi penyegeraan dan kesungguhan kita untuk bersikap dan berlaku baik.
Sahabat saya, … Anda sangat disayangi oleh Tuhan.
Sekarang,
cobalah pikirkan yang ini,
dan lihatlah melalui jendela hati Anda yang mulia:
Siapakah yang lebih berpedih hati?
Tuhan, yang menyangi kita, tetapi ‘terhalangi’ oleh ketidak-sediaan kita untuk bersikap dan berlaku yang menjadikan-Nya ‘bebas’ menghadiahi kita dengan rahmat bagi upaya kita?
Atau,
Orang yang gemar mendahulukan istirahat dan kesenangan sementara, yang menunda yang sudah diketahuinya harus dilaksanakan, yang hanya berdoa tetapi tidak bertindak, yang bertindak kecil tetapi meminta yang besar, dan yang berprasangka tidak ramah kepada niat-niat mulia Tuhan?
Siapakah yang lebih berpedih hati?
Marilah kita ikhlaskan hati kita untuk menerima, bahwa …
Kebahagiaan Tuhan adalah pembuka pintu-pintu rahmat.
Bukankah telah lama disampaikan berita gembira ini kepada kita?
Bahwa, …
Dalam peran kita bagi kemanusiaan, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.
Dan, …
Dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebaik-baik manusia adalah yang dekat dan taat kepada Dzat Yang Tiada Berbanding.
Selengkapnya...
MENUNTUT = MEMINTA + KESUNGGUHAN
.

Pergaulan adalah tempat ditetapkannya standar.
Seorang muda yang bergaul dengan pribadi-pribadi yang santun dan bersemangat mewujudkan impian-impian besar mereka, akan menjadi orang muda yang berhasil tanpa harus menjadi tua, dan menjadi pribadi anggun tanpa harus dilahirkan dalam keluarga ningrat.
Sedangkan dia yang menyediakan matanya bagi pemandangan yang kusam norma – tidak akan mengenali kebaikan yang berada dalam jangkauannya.
Dia yang menyediakan telinganya bagi kata-kata rendah nan hasut – tidak akan mengerti anjuran-anjuran baik yang akan memuliakannya.
Dan dia yang menggerakkan tubuhnya mengikuti gerakan orang-orang yang tuna malu – akan menolak berjalan dengan cara yang akan meninggikan derajatnya.
Anda harus menetapkan standar kualitas untuk yang dapat Anda terima dalam karir dan kehidupan pribadi Anda.
Jika tidak, Anda akan sering diharuskan menerima apa adanya.
Padahal, …
Menerima apa adanya bukanlah sikap yang mewakili keberserahan kepada Tuhan.
Karena,
Mengupayakan tercapainya yang TERBAIK,
adalah sikap orang yang mensyukuri apa pun yang telah ada pada dirinya, UNTUK mencapai yang LEBIH BAIK bagi dirinya, keluarganya, dan bagi sebanyak-mungkin orang lain.
Anda harus menuntut pencapaian yang terbaik dari pekerjaan Anda, jika tidak - tuntutan yang sama AKAN ditetapkan oleh orang lain kepada Anda.
Dan mungkin,
Tidak ada orang yang lebih disia-siakan hidupnya, daripada dia yang diharuskan menerima apa adanya, saat yang lebih baik masih mungkin baginya.
………..
Jika yang lebih baik bagimu - masih mungkin, mengapakah engkau berhenti pada yang cukup?
Bukankah kebutuhan hidupmu tumbuh, dan segera menjadikan yang tadinya cukup bagimu itu – sekarang kurang?
Janganlah engkau bersikap seperti rendah hati dan bersahaja, tetapi yang sebetulnya adalah topeng dari hati malas mu.
Di atas bumi ini berserakan rezeki Tuhan mu, yang disediakan untukmu, dan yang akan kau temukan jika engkau mencari.
Bukankah engkau telah meminta? Dan bukankah untuk yang meminta, sudah disiapkan pemberian? Dan bukankah sebetulnya telah banyak sekali pemberian yang kau terima, yang sebetulnya belum pernah kau minta?
Tetapi, lebih sering daripada tidak – engkau berhenti sejengkal dari hadiahmu, berdiri di atas bungkusan penyejahteraan diri dan keluargamu; tetapi engkau sedang asyik menengokkan wajah iri mu ke arah orang-orang yang dengan penuh kesyukuran menunduk dan memungut hadiah-hadiah mereka.
Adikku yang hatinya ranum bagi keikhlasan yang menyejahterakan dan membahagiakan,
Terimalah ini dengan ramah, walau mungkin belum sepenuhnya kau mengerti maksudku, bahwa …
Engkau hanya akan mendapat yang kau tuntut.
Orang yang meminta, tidak pernah se-bersungguh-sungguh orang yang menuntut.
Karena,
Jika engkau menuntut, engkau akan menambahkan kesungguhan pada permintaanmu.
Engkau akan merajinkan diri. Engkau akan mengisi waktumu dengan pekerjaan yang bernilai. Engkau akan menjadikan hubunganmu dengan orang lain sebagai kesempatan untuk menyampaikan keuntungan. Engkau akan menjadikan kehadiranmu sebagai pengindah perasaan orang lain.
Engkau akan ikhlas dalam bekerja, dan berserah dalam menunggu hasil dari upayamu.
Dengannya, engkau mendapat yang kau minta dengan kesungguhan.
Jika engkau bersungguh-sungguh mengupayakan yang terbaik, engkau akan mendapatkan yang terbaik.
Sehingga,
Engkau hanya akan mendapat yang kau tuntut.
Dan karena keikhlasan hatimu untuk melayani bagi kebahagiaan saudara dan sahabatmu,
dan karena kesabaranmu dalam mengatasi kesulitan dan cobaan,
engkau menjadi jiwa yang pantas menuntut.
Dan yang pantas menuntut,
akan mendapatkan yang dituntutnya,
dan yang dilebihkan rahmat baginya
karena keikhlasannya dalam menjadikan Tuhan
sebagai penghitung bagi kebaikan
yang dilebihkannya bagi sesama.
Maka,
adikku yang dititipkan oleh ibumu kepada ibuku,
agar aku melebihkan kasih sayangku kepadamu,
ingatlah selalu, bahwa …
Menuntut adalah meminta dengan kesungguhan yang penuh.
Maka, …
Jadilah pribadi yang pantas untuk menuntut yang terbaik.
Karena,
Dia yang menuntut yang terbaik, akan mendapatkan yang terbaik.
………..
Mudah-mudahan kita lebih tercerahkan dengan pengertian yang lebih baik mengenai tuntutan kita kepada kehidupan, agar kita menjauhkan diri dari perilaku menuntut tanpa menjadi pribadi yang pantas menuntut.
Mudah-mudahan Tuhan membersihkan hati dan pikiran kita dari pengertian-pengertian yang membatalkan ketepatan sikap dan perilaku kita, dan memastikan agar kita hanya bersikap yang baik, berpikir yang baik, dan berlaku yang baik.
Karena, hati yang baik adalah sumber dari semua kebaikan hidup. Dan, …
Apakah ada pilihan masa depan yang selain kebaikan, bagi jiwa yang baik seperti Anda?
Duh … seandainya setiap jiwa Indonesia bisa se-ikhlas itu ya?,
karena dengannya kita akan menggunakan kata-kata yang baik bagi penyelesaian masalah-masalah kita,
dan kita tidak akan melihat perlunya pertengkaran dan perusakan kehidupan kita sendiri - karena ketidak-ramahan kita dalam bersaudara dan bersahabat.
Marilah kita menjadi teladan dan pengundang bagi sebanyak mungkin saudara kita, agar kita berbicara dengan baik, dengan bahasa yang baik, dan dengan kesetiaan kepada yang benar dan dalam kesabaran.
Selengkapnya...
